Rabu, 27 April 2016
Rabu, 03 Februari 2016
Pempek Palembang
Bahan
- 1,5 kg
tepung sagu dengan kualitas baik
- 1 kg
ikan belida giling (atau jika tidak ada, disarankan untuk diganti dengan ikan
gabus atau ikan tenggiri, karena memiliki rasa dan tekstur yang hampir sama
setelah dimasak dan dimakan daripada menggunakan ikan jenis yang lain)
- 1 sdm
garam dapur / secukupnya
- 1 bks
bumbu penyedap
- 1
cangkir air es matang
- rebus
air di dalam panci besar yang diberi 2 sdm minyak goreng
Cara membuat pempek
1. Pertama
campurkan ikan giling dengan air es dan garam serta bumbu penyedap, aduk ikan
giling hingga adonan benar-benar tercampur.
2. Kemudian tambahkan tepung sagu pada adonan ikan giling tadi secukupnya sampai adonan kenyal sehingga dapat diuleni dan tidak lengket lagi. (untuk sedikit atau banyak nya sagu tergantung tingkat kekenyalan yang kita inginkan, agar rasa ikan benar-benar terasa, jangan terlalu banyak memberi sagu)
3. Untuk membentuk adonan lumuri tangan dengan sedikit tepung agar tidak lengket, kemudian bentuk sesuai selera (bisa di bentuk lonjong atau bisa di isi dengan telur)
4. Rebus adonan pempek hingga adonan pempek benar-benar mengapung, lalu angkat dan tiriskan.
2. Kemudian tambahkan tepung sagu pada adonan ikan giling tadi secukupnya sampai adonan kenyal sehingga dapat diuleni dan tidak lengket lagi. (untuk sedikit atau banyak nya sagu tergantung tingkat kekenyalan yang kita inginkan, agar rasa ikan benar-benar terasa, jangan terlalu banyak memberi sagu)
3. Untuk membentuk adonan lumuri tangan dengan sedikit tepung agar tidak lengket, kemudian bentuk sesuai selera (bisa di bentuk lonjong atau bisa di isi dengan telur)
4. Rebus adonan pempek hingga adonan pempek benar-benar mengapung, lalu angkat dan tiriskan.
Bahan untuk cuka
-
250 gr
gula aren
-
50 gr
air asam jawa
-
1
liter air minum bersih
-
200 gr
bawang putih, bersihkan lalu cincang halus
-
1 sdt
garam
-
2 sdm
ebi, yang sudah di haluskan
-
15
buah cabai rawit, kemudian dihaluskan (tingkat kepedasan sesuai selera)
Cara membuat cuka
1. Pertama
masukkan gula aren dan asam jawa ke dalam air, kemudian masak hingga mendidih.
2. Campurkan bawang putih, garam, ebi dan cabai rawit kedalam larutan gula aren tadi, lalu rebus dan didihkan kembali. Setelah matang, angkat dan tiriskan cuka pempeknya.
2. Campurkan bawang putih, garam, ebi dan cabai rawit kedalam larutan gula aren tadi, lalu rebus dan didihkan kembali. Setelah matang, angkat dan tiriskan cuka pempeknya.
Demikianlan beberapa
langkah cara membuat pempek nikmat. Setelah siap untuk disajikan sebaiknya anda
ajak keluarga atau saudara anda mencicipi masakan buatan anda sendiri. Jika ada
masukan dari keluarga sebaiknya ditampung saja dan bisa dijadikan referensi
kedepannya saat membuat pempek lagi. Semoga langkah diatas bisa membantu anda
yang sedang bingung mencari resep dan cara membuat pempek dengan
mudah.
Candi Paling Terkenal Di Indonesia
1. Candi Borobudur
2. Candi Prambanan
Candi
Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada
masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang
setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya
candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di
tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di
tengah area yang kini dibangun taman indah. Candi Prambanan memiliki 3 candi
utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi
tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu
menghadap ke timur.
3. Candi Mendut
Candi
Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa
Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya hanya
sekitar 3 km dari Candi Barabudhur, yang mana Candi Buddha ini diperkirakan
mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Ketiga candi tersebut
terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan.
Belum
didapatkan kepastian mengenai kapan Candi Mendut dibangun, namun J.G. de
Casparis menduga bahwa Candi Mendut dibangun oleh raja pertama dari wangsa
Syailendra pada tahun 824 M. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti
Karangtengah (824 M), yang menyebutkan bahwa Raja Indra telah membuat bangunan
suci bernama Wenuwana. Casparis mengartikan Wenuwana (hutan bambu) sebagai
Candi Mendut. Diperkirakan usia candi Mendut lebih tua daripada usia Candi
Barabudhur.
Sumber:
Sumber:
http://candi.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-jawa_tengah-candi_mendut
https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/prambanan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur
Ir. Soekarno
Ir.
Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa
Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan
Ida Ayu Nyoman Rai. Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu
dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali. Soekarno
hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia
tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Soekarno
pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua
orangtuanya pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke
Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche
Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School
(HBS). Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di
HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para
tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS
Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya. Di
tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische
Hoge School (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung)
di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil.
Soekarno
sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan
Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan
naskah proklamasi Kemerdekaan.
Setelah
menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa
Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA
menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik
Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini
disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun
Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan
menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.
Pada
tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks
proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah
memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.
Sumber : http://profil.merdeka.com/indonesia/s/soekarno/
Sumber : http://profil.merdeka.com/indonesia/s/soekarno/
Langganan:
Postingan (Atom)



